Novel pertama : 'Garis Tangan : From Zero To Hero'

GARIS TANGAN
Author : Aldy Abdillah
Naruto©Masashi Kishimoto
Garis Tangan : From Zero To Hero©Aldy A.
Sinopsis : Ini adalah kisah fiktif tentang seseorang yang   sedang berusaha mengubah garis tangan (nasibnya) sendiri , untuk membuktikan bahwa garis tangan itu memang sudah di tentukan, namun kita dapat menggunakannya untuk menggenggam apa yang kita inginkan.
“Kisah ini hanya fiktif belaka, apabila ada kesamaan nama tokoh, latar, tempat, tanggal dan kejadian , itu hanya kebetulan semata

Ø FROM ZERO TO HERO
CHAPTER 1 : “Life”
Suatu hari , duduklah seorang pria di dekat jendela rumahnya sembari memandangi awan yang berjalan membawa mendung dan menutupi sinar oranye sang surya.
Ia termenung sembari mengingat masa lalunya …
“Garis tangan atau takdir memang sudah di tentukan , tapi lihatlah ! (sambil memperlihatkan telapak tangan) Lihat dan perhatikan dengan baik !! Kita dapat mempergunakannya untuk menggenggam apa yang kita inginkan !” Jelas seorang guru yang merupakan guru si pria tersebut sewaktu SMA.
“Apa maksudnya Pak?” tanya seorang siswa kepada guru tersebut.
“Artinya , walau takdir sudah di tentukan , tapi ada bebrapa yang bisa kita ubah dengan usaha ¸ walaupun tidak seluruhnya di rubah . Kita dapat mengarahkannya sesuai keinginan kita dengan kerja keras dan usaha. Jadi tidak ada yang namanya takdir madesu (masa depan suram) , yang ada hanyalah kemalasan seseorang yang menyebabkannya memiliki masa depan suram.” Jelas guru tersebut.
     Lelaki itu tersadar dari lamunan nya …
“Dio !! waktunya makan Nak ?!” seru seseorang dari arah dapur ,,,
“Ia Mah!!” jawab lelaki itu yang bernama Dio ..
“Maaf ya nak ?! kita makan dengan lauk seadanya” sahut perempuan itu dengan nada lembut …
“Gak apa apa mah, Dio yang seharusnya minta maaf ke mamah karena belum bisa bahagia in mamah, sebenarnya Dio malu dan merasa kasihan melihat mamah tinggal di rumah yang sebenarnya lebih pantas disebut gubuk tua.” Jawab Dio dengan nada yang lebih pantas disebut lirihan itu , suaranya nyaris tak terdengar diiringi air mata yang keluar dari dua bola matanya.
Ibunya hanya membalasnya dengan senyuman, mereka pun akhirnya makan diiringi rintikan air hujan yang semakin deras di hari Minggu itu.
Ketika hujan reda, Sang surya sudah terlihat menuju ke peraduannya di cakrawala barat.
Di lemari tuanya hanya terlihat beberapa tumpuk baju yang biasa ia pakai, juga ada beberapa koleksi buku komik kesukaanya pemberian pamannya.
Kebetulan sekali, kemarin ia baru di kirim sebuah komik anime Jepang keluaran terbaru berjudul Naruto The Movie : The Last .
Yapp, memang ia sangat menyukai hasil karya Masashi Kishimoto tersebut, ia berpikir bahwa daripada membaca novel remaja yang hanya bisa menyakitkan hatinya, karena kebanyakan novel itu berbanding terbalik dengan kenyataan hidupnya, lebih baik ia membaca Komik anime yang menurutnya penuh inspirasi dan perjuangan, walaupun semua itu hayalan tapi setidaknya ia bisa mengambil beberap pelajaran penting seperti pahitnya perjuangan hidup untuk mencapai kesukseskan. Kata kata favoritnya adalah FROM ZERO TO HERO.
     Ia lantas membaca komik itu hingga selesai, ia berharap bisa mengalami happy ending seperti kisah yang ia baca itu. Menjadi seorang yang sukses walaupun dari keluarga tak berada dan bisa didampingi seorang gadis yang sangat mencintainya baik kekurangan maupun kelebihannya.
     Sudah beberapa bulan ini ia berusaha mencari pekerjaaan, pergi kantor sana pergi kantor sini lah, tak terhitung mungkin sudah ratusan kantor ia datangi tapi tetap saja ia ditolak.
Sejak kematian ayahnya, ia harus bekerja keras demi mengidupi dirinya dan ibunya. “Tak ada komputer, cangkul pun jadi” mungkin itulah kata kata yang tepat untuk nasib yang ia alami.
Tak peduli apapun pekerjaanya asalkan halal, itu pula menjadi motonya dalam bekerja.

Pagi haripun tiba …
“Dio !! Bangun Nak ?! Katanya kamu ada kerjaan di sawah Pak Gerry?” kata ibunya dengan nada sedikit keras sambil memasak di  dapur agar Dio terbngun …
“Ia Bu !! Ini baru saja selesai mandi” sahut Dio dari kamarnya …
“Sarapan dulu Nak ?!” tanya ibunya
“Bungkus saja Bu !” sahut nya
Dio pun berangkat menuju sawah pak Gerry …
Sore pun tiba , sang surya sudah berwarna jingga menghiasi indahnya langit desa, Dio pun kembali dari sawah dan langsung melapor ke rumah Pak Gerry tentang pekerjaannya …
“Pak Gerry!!” Panggil Dio dari depan rumahnya
“Oh, kamu Dio , bagaimana pekerjaanya? Beres?” tanya Pak Gerry
“Tenang aja pak ! udah beres koq !!” jawab Dio dengan semangat
“Ohh Sipp lakh .. ini upahnya” kata Pak Gerry sembari menyodorkan uang upahnya ..
“Makasih Pak !!” kata Dio sambil tersenyum
“Sama-sama , oh iya , ada temen bapak yang lagi nyari orang buat kerjaan, kamu mau gak?” tanya Pak Gerry
“Emang kerjanya gimana pak?” tanya Dio
“Oh kerjanya sihh di kebun teh , ya memetik teh , mengurus tanaman teh dan lain-lain. Soal gaji sih lumayan antara 700.000 sampai 1.000.000 sih per bulan” jelas Pak Gerry
“Wah !! Mau pak !! dimana kebunnya?” tanya Dio penuh semangat
“Kebunnya ada di Bogor, tapi kalau kamu bersedia , lusa akan ada travel ke daerah Bogor nanti Bapak ngomong ke temen Bapak supaya biayain travel itu” jelas Pak Gerry
“Wah ! Makasih banyak ya Pak ?!” kata Dio kegirangan
Dio pun langsung berlari tunggang langgang ke rumahnya …
“Ibbuuuu !! Ibbuuuu …!!” teriak Dio kegirangan
“A-ada apa Nak? Sepertinya kamu senang sekali hari ini?”  tanya Ibunya
“Ibuu !! Dio dapat kerjaan di Kebun Teh di Bogor !!” kata Dio kegirangan
“Wahh !! Selamat ya Nak?! Kapan berangkatnya?” tanya ibunya
“Lusa Bu!” kata Dio
Dio pun segera berkemas untuk lusa hari
Malam hari nya …
Dio berbicara sendiri sembari melihat komik dan novel koleksinya ..

“Naruto !! Selama ini aku hanya bisa membaca komik tentangmu !! Tentang kejayaaan dan kesuksessan mu !! Tentang perjuanganmu !! Kini tiba masanya dimana kisahmu akan jadi kisahku !! Aku akan mulai dari Zero untuk jadi Hero sepertimu !! Naruto !! Iniliah Kisahku !!!” kata Dio dengan penuh semangat …

Comments

Popular posts from this blog

Materi Pramuka : PU